Di Dalam Mobil Pacar

“Jadi… kamu nggak pengen cium aku?” Cengirnya sambil menepuk lembut lengan kananku ketika aku hendak turun dari mobilnya.  

Kurasa otaknya kurang waras. Baru mengantarku pulang untuk kali kedua saja, dia sudah meminta hal-hal yang tidak wajar. Tapi tenang, aku bukan cewek yang mentalnya langsung ciut ditantang siapa pun.

Ya, memang salahku juga sih kemarin malam memasang profile picture dengan kalimat ‘I want to kiss your sexy lips’ (yang ternyata selain mengundang kekepoan puluhan fakir gosip di contact list-ku, juga kuketahui membuatnya begitu kegeeran dan mungkin saja umm… terangsang).

“Yeee, pede banget kamu. Emangnya berani?” Aku sengaja mendekatkan wajahku ke wajahnya hingga berjarak kurang dari lima centimeter. 

Sepasang bola mata kami lalu beradu, kemudian saling menatap lekat-lekat setiap lekuk di wajah masing-masing selama beberapa detik. Aku bisa merasakan embusan napasnya yang memburu. Barangkali adrenalinnya mulai memuncak. 

Dan benar saja, dia tidak tinggal diam. Dia mulai melancarkan serangan teranyarnya. Berusaha memancing libidoku dengan ‘memainkan’ hidung lancipnya ke permukaan kulit hidungku. Menyapukannya lembut dan perlahan. Ke kiri lalu ke kanan secara repetitif. Aku yang tidak sabar sedikit naik pitam. 

“Do it like a real gentleman!” Hardikku. Tanpa ba-bi-bu langsung dilumatnya bibirku. Membuatku kontan terperanjat. Jantungku seakan mencelat keluar. Bulu-bulu kudukku berangsur meremang. Lalu, aku mulai merasakan semacam sensasi yang asing, namun menenangkan. 

Tubuhku seolah melayang-layang di udara, lalu meledak bagaikan kembang api. Kemudian gravitasi menarik kembali kesadaranku. Menyisakan hangat, basah, dan geli di permukaan bibir. 

Goddamit, barusan itu ciuman pertamaku! Selama 28 tahun aku bernapas di bumi ini, ini kali pertamanya bibirku dicium oleh seorang pria. Catat: SEORANG PRIA! Ah, tapi tak apalah, toh aku juga menginginkannya kok. 

Aku menutup penuh kelopak mataku. Mencoba menikmati salah satu momen paling krusial dalam hidupku. Namun, lambat laun kurasakan sesuatu yang janggal. Kuhentikan sejenak sambutan bibirnya.

“Kamu mahir ciuman nggak sih? Kok gitu-gitu aja? Gak ada tekniknya sama sekali. Aku pengennya yang kayak di drama-drama Korea itu lho… Ngerti nggak?” 

“H-hah? Maksudnya?” Jawabnya sambil melongo.

“Payah ah kamu!”  

“Ta-tapi yang di drama-drama itu kan udah di-take berulang-ulang. Lagian mau aja sih ditipu sama drama Korea,” balasnya dengan muka yang semakin memerah.

“Akh, gak mau tau. Pokoknya aku pengen yang kayak gituan. Titik!” Gerutuku dengan wajah cemberut.

Kami kembali melanjutkan ciuman yang terhenti, tapi kali ini aku yang memegang kendali. Meskipun sebelumnya aku tidak pernah mencium bibir seorang pria, ternyata aku tidak sepayah dia dalam melakukan hal ini.

Sesekali, ketika dia terlampau bersemangat, kuhentikan sesaat aktivitas bibirku dan menarik diri. Tak jarang perbuatanku ini membuatnya kesal, lalu menyipitkan mata dan memonyongkan bibir. 

Sungguh, ekspresinya yang satu ini amat menggemaskan, membuatku tidak segan-segan untuk kembali mengerjainya. Sontak aku menggigit bibir bawahnya hingga dia berteriak kesakitan. Rasakan! Hahaha… 

Sepasang tangan kasarnya pun kini tidak canggung lagi melepas kancing-kancing yang mengait kemejaku. Bagaikan monster yang menggerayangiku tanpa ampun, dengan ganas dia mengisap-isap lapisan kulit di leherku. 

Rasanya nikmat sekali hingga aku menggelinjang dan tidak bisa menahan diri untuk melenguh. Kulampiaskan nafsuku dengan menjambak rambut sekaligus mencakar punggungnya. 

Sayangnya semua keriaan ini harus terhenti oleh deringan ponsel yang berasal dari saku celananya. Dia tampak terkejut dan tergesa-gesa menjawab panggilan yang ditujukan padanya.

 “Sa-sayang, sori. Lagi macet banget nih. Kamu nunggu 15 menit lagi nggak apa-apa kan? Janji deh sebentar lagi sampai kok,” jawabnya sedikit gugup.

Hmm… Inilah momen yang sangat tidak kusuka. Kesenanganku diganggu; berakhir oleh telepon sahabat karibku yang tidak sabar menunggu dijemput di lokasi kerjanya. 

Aku harus segera turun dari mobil pacarnya. 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s